Kementerian ESDM akan Rilis Aplikasi Single Gateaway pada Januari 2024

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) akan merilis aplikasi Single Gateaway awal tahun depan. Aplikasi ini untuk mengetahui lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU).

Peluncuran aplikasi itu sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Kementerian ESDM mendapatkan kesempatan untuk merencanakan peluncuran aplikasi Single Gateaway selama satu tahun setelah diluncurkannya peraturan tersebut, tepatnya pada Januari 2024.

“Kami masih punya 5 bulan ke depan untuk menyiapkan dan menyempurnakan Single Gateaway dan berintegrasi dengan semua badan usaha,” ungkap Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal ketenagalistrikan, dan Kementerian ESDM Havidh Nazif dalam Sosialisasi Tarif dan Biaya Layanan untuk Percepatan Pengembangan Charging Station, Senin, 31 Juli 2023.

Havidh mengatakan Single Getaway nantinya dapat memberikan informasi mengenai lokasi, tipe, dan hal-hal terperinci lainnya dari SPKLU dan SPBKLU.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari menyampaikan terdapat 2.188 unit charging station dan swap battery yang telah dibuat untuk saat ini. Unit tersebut terdiri dari 842 unit charging station maupun instalasi listrik private, dan 1.346 unit swap battery.

Iklan

Ida juga berharap seluruh pihak akan mendukung proses pengembangan charging station ini, terutama badan usaha. Menurut Havidh, badan usaha sangat esensial untuk bersatu menjalankan persiapan peluncuran aplikasi ini.

IRMA AULIA IRAWAN

Pilihan Editor: Mengenal Lebih Dekat Bursa Kripto, Fungsi dan Perlindungan ke Investor



Quoted From Many Source

Baca Juga  Imigrasi Indonesia dan Kamboja Bangun Kerja Sama Berantas Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *