Kata Gubernur Soal Pelajar yang Terlibat Pembegalan di Bengkulu

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengaku prihatin dengan kasus pelajar yang terlibat aksi begal beberapa hari lalu. Menurutny, ini terjadi karena pelajar kurang pemahaman budi pakerti.

“Mayoritas anak masih di bawah umur anak remaja, anak sekolah inilah pentingnya pendidikan keluarga kemudian bagaimana menanamkan nilai kedisiplinan, budi pekerti, karakter yang bagus,” kata Gubernur Rohidin.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, gubernur meminta adanya kaloborasi sekolah dan rumah atau peran kedua orang tua dalam mengawasi tumbuh kembang anak. Terlebih dalam penggunaan media sosial.

“Pentingnya ortua mengawasi anak-anak di media sosial, mungkin di handphonenya perlu juga itu (diawasi),” ujar Rohidin.

Belasan pelaku begal berhasil diamankan Polresta Bengkulu, Rabu (25/10/2023) malam. Pelaku yang rata-rata masih berusia bawah umur ini menamakan diri Geng ‘Siap Tempur’ dan memiliki akun media sosial sendiri.

Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Aris Sulistyono mengatakan, pelaku yang diamankan sebanyak 16 orang dan nyaris semuanya masih berstatus pelajar. Kelompok ini diduga mengadopsi kelompok-kelompok geng yang ada di luar Bengkulu.

Aris menjelaskan, kelompok ini telah melakukan aksinya di delapan TKP berbeda. Empat TKP seperti di Jalan Bumi Ayu Kecamatan Selebar, Jalan Gunung Bungkuk Kelurahan Sukarami, jalan Raden Patah Kelurahan Pagar Dewa dan Jalan Citarum Kecamatan Gading Cempaka, telah masuk ke laporan polisi.

Sementara TKP lain di Jalan Pariwisata, Simpang BBS Pagar Dewa, Jalan Citandui dan Simpang Empat Nusa Indah belum melapor. Setiap menjalankan aksinya, kelompok ini tak segan melukai korban.

Quoted From Many Source

Baca Juga  Indonesian Independence Day Fast Food Deals: KFC, McD, and Janji Jiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *